Selasa, 30 September 2014

PRINSIP HIDUP

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

PRINSIP :
SEKALI SAYA MURAH SENYUM KEPADA ANDA TAPI ANDA TIDAK MENGHIRAUKAN, JANGAN HARAP SENYUM ITU KEMBALI MENYAPA ANDA

mengapa saya memiliki prinsip seperti itu ?
sebenarnya prinsip itu ada banyak hal di masing-masing aspek, hanya saja inilah salah satunya..
menurut saya, prinsip itu bagian dari harga diri.. tidak punya prinsip berarti tidak punya harga diri..

arti dari prinsip diatas :
dalam hidup, saya sangat mengusahakan untuk mempertahankan sebuah hubungan/relasi antar sesama manusia.. mungkin hablum minAllah itu menurut saya sangat mudah untuk di jaga.. tapi kalau hablum minannass itu susahnya minta ampun, bahkan secuil problematika dalam hablum minannass dapat mempengaruhi hablum minAllah.. problem yang paling sering saya jumpai dalam berhubungan antar sesama manusia itu KONFLIK BATIN.. pasti terjadi.. selalu.. maka dari itu saya tekankan dalam diri saya sendiri terlebih dahulu sebelum menekankan pada orang lain.. kalau saya sudah mencoba semampu dan sehabisnya perasaan saya untuk peduli/menghargai/berbuat baik kepada orang, namun orang tersebut sekali saja tidak menampakkan rasa terima kasih, jangan harap saya segan memulai untuk berbuat baik lagi kepada orang itu.. baru ketika dia yang memulai kembali kebaikan tersebut mungkin selanjutnya akan berfase lagi apa yang awalnya saya lakukan..

maaf disini bukannya saya pamrih atau menagih balas budi, sekali lagi tidak seperti itu.. ya sekilas menyinggung perasaan.. lain kata apabila kita menghargai tapi kita tidak dihargai itu sakitnya disini.. lain kata kebalikan, ini untuk intropeksi diri jika memang keadaan sangatlah suram, kenapa kita tidak pernah dihargai ?
kita sejenak kembali pada diri sendiri, mungkin karna kita pernah menyinggung perasaan atau memang kita tidak pernah menghargai orang itu.. ya seperti itu, di lain sisi adapun prinsip yang saya pegang JANGAN SAMPAI MELAKUKAN/BERBUAT/MENGUCAP SESUATU YANG AKAN KITA SESALI

mungkin singkatnya, berfikir kritis sebelum bertindak, intropeksi diri setelah bertindak..


ya, mungkin ini sekecap kata tentang prinsip hidup saya.. harap maklum, semoga dapat dimengerti, saya hanya manusia biasa bahkan yang paling lemah dihadapan Tuhan saya, namun saya mencoba menjadi yang terbaik diantara makhluk ciptaan-Nya..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.






Selasa, 16 September 2014

Lima Tahun Yang Lalu dan Lima Tahun Yang Akan Datang

Assalamu'alaikum

disini mungkin lebih membahas curahan hati saya, hehehe..

sesuai dengan judul, saya ingin berbagi, apasih yang terjadi Lima Tahun yang lalu tentang saya, dan apa harapan saya di Lima Tahun yang akan datang..

baik, jadi Lima Tahun yang lalu, kira kira saya masih masa masa SMP ya, masa masa puber, masa masa labil.. pada saat itu, setiap saya mengisi sebuah form identitas diri, yang menanyakan tentang cita cita saya selalu mengisinya "INGIN JADI DOKTER" "INGIN JADI BIDAN" ingin berkecimpung di dunia kesehatan lah pokoknya, lambat laun semua itu tidak saya pendam sendiri.. saya sharing kepada orang tua saya, namun apa yang dikatakan orang tua saya ? begini..

"Aduh ngapain sih mbak pengen jadi dokter, jadi Dokter itu susah, harus siap 24 jam melayani pasien, nggak mungkin ada pasien mau melahirkan tengah malam kamu tolak dengan alasan NGANTUK, CAPEK, NGGAK MOOD, tak kasih saran yaa, lebih enak itu jadi Guru.. kenaapa ? InsyaAllah ilmu nanti akan terus dijalankan di keseharian kamu, itu pertama, kedua kerja nya nggak terlalu ngoyoh, paling setengah hari kan, kalau masih pengen buka kesibukan ya monggo bisa buka kursus, enak nya lagi, Guru kalau muridnya libur pasti ikut libur, kalau ada rekreasi ya ikut mendampingi, lagian se-repot repotnya ngurusin anak kecil, itu nggak akan separah ngurusin orang sakit, tanggung jawabnya lebih besar karna ada pertaruhan hidup dan mati disana, kalau guru, kamu hanya bertanggung jawab kepada ilmu yang kamu kasih sama kepribadian di sekolah, diluar itu ya kembali ke orang tua.. iya kan ? jadi sekarang terserah kamu, kalau memang masih pengen jadi dokter ya nggak apa apa, tapi mama sama ayah lebih seneng kalau kamu jadi Guru.."

yaaa, ituuu, siraman rohani yang menggalaukan.. padahal dari kecil hobinya main dokter dokteran, suntik boneka, operasi boneka sampe habis kapas dalemnya, yang lebih parah lagi kalau si Ayah beli ayam kecil baru, nyawanya nggak bakal bertahan seminggu, kenapa ? gara mesti aku cekok.in obat kedaluwarsa, saking pengennya jadi dokter pas masih kecil.. tapi kalau sudah mendengar keinginan orang tua yang seperti itu, ya kenapa tidak diwujudkan, apa arti kata anak yang berbakti kepada orangtua kalau permintaan orang tua tersebut tidak pernah terwujud.. doa orangtua untuk anak salah satunya adalah agar anaknya menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara.. bagaimana bisa berguna untuk bangsa dan negara sedangkan berguna bagi orangtua saja tidak.. jadi ya semampu saya menjalankan tugas utama yaitu membanggakan, membahagiakan, bahkan mungkin mengangkat derajat orangtua saya dengan cara menjadi yang terbaik dari apa yang mereka ingikan, karna saya pun memiliki keyakinan betul kalau Ridho orangtua itu adalah Ridho Ilahi, Restu orangtu adalah Restu Ilahi, InsyaAllah berkah..

untuk Lima Tahun yang akan datang, saya punya keinginan yang benar benar ingin dicapai. pertama, ilmu yang selama ini saya gali, saya timba, dapat berguna dan tidak hilang begitu saja/sia-sia. kedua, semoga LULUS pada TEPAT WAKTU, bukan tepat pada waktunya, kalau bisa semester 7 sudah wisuda AMIN.. ketiga, semoga di Lima Tahun akan datang saya sudah memiliki peserta didik, kalau boleh menginginkan ya semoga dalam waktu dekat ini sudah belajar mengajar membuka kursus mungkin.. nah, yang ke-empat bisa memberikan penghasilan saya kepada orangtua, berapapun itu, yang penting saya pastikan terlebih dahulu itu halal, karna selama ini saya hanya bisa meminta meminta dan meminta biaya kepada orangtua saya, jadi istilahnya gantian saya yang memberi secuil rejeki yang saya dapatkan kepada orangtua. mungkin tidak sebanding dengan apa yang selama saya hidup diberikan oleh orangtua tapi setidaknya itu sebagai simbol "ini loh saya yang alhamdulillah sudah berhasil mencapai apa yang saya cita-citakan" begitu,

untuk yang ke-lima dan seterusnya belum bisa saya susun, karna mungkin belum terlalu berani untuk memikirkan lebih jauh, hanya yang sudah disusun dan di angan-angankan ini saja yang harus diusahakan betul betul, banyak banyak berdoa, ikhtiar and keep calm..
SEMOGA APA YANG MENJADI CITA-CITA SAYA, APA YANG MENJADI KEINGINAN ORANGTUA SAYA BISA TERWUJUD PADA TEPAT WAKTU.. AMIN

Akhirussalam
Wassalamu'alaikum Wr. Wb






CUPLIKAN PROFIL

Assalamu'alaikum

Nama saya PUTRI KISMASARI.. biasa di panggil PUTRI, ya meskipun banyak yang memanggil dengan sebutan lain seperti "Emak" , "Lontong" , "Bundadari" , "Umik" , "PuKis" dan lain lain, yang seperti itu saya anggap sebagai panggilan sayang untuk saya.. sudah terlihat dari nama saya "PUTRI" berarti saya perempuan/wanita.. bahasa gaulnya cewek..

Saya lahir di Rumah Bersalin Dr. Kerry, Sidoarjo pada hari Selasa Legi tanggal 08 Oktober 1996 pukul 11.45 tepat habis adzan Dzuhur (Katanya).. saya anak pertama dari dua bersaudara.. adik saya bernama Ayu Rahmawati Kiswoyo, umur kita selisih 4 tahun.. Dia adalah orang yang paling saya sayang setelah kedua orangtua saya.. namanya juga saudara, kalau salah satu sedang tidak di rumah, repot nyari'in.. kalau dua duanya lagi ada di rumah, malah bertengkar.. ya begitulah salah satu kesibukan saya dirumah..

Alhamdulillah saya lahir sebagai pemeluk agama Islam.. begitupun kedua orang tua dan saudara kandung saya Alhamdulillah sama sama Muslim..

Riwayat pendidikan saya alhamdulillah segenap bisa di banggakan
dari taman kanak kanak saya belajar dan bermain di TK Dharma Wanita Karangbong, pada saat itu saya masih berumur 2 tahun setengah, sebenarnya dari pihak sekolah tidak menerima karna umur terlalu muda, tapi saya memaksa untuk sekolah, apapun alasannya dan apapun resikonya belum terlalu dipikir karna masih lugu, masih kecil imut-imut.. akhirnya pihak sekolah memperbolehkan.. tidak lama kemudian mama tercinta saya memindahkan saya dari TK Dharma Wanita ke RA Al-Islah.. di karenakan tidak ada yang menjaga, karna mama saya harus bekerja pada saat itu, tidak bisa mengandalkan Umik (nenek) saya juga, jadi di pindah ke RA Al-Islah dengan alasan disana ada tante jadi bisa nitip hahaha  (kayak barang yaa dititip-titipin).. masa taman kanak kanak berlalu, saya melanjutkan ke SDN Karangbong, dekat dengan rumah, jalan kaki lima langkah sudah sampai di kelas.. tepat setelah 6 tahun kemudian Alhamdulillah saya bisa melanjutkan pendidikan di sekolah favorit yang saya impikan yaitu SMPN 2 Sidoarjo.. tak lama 3 tahun kemudian, disini cita-cita saya yang sebenarnya ingin meraih pendidikan di sekolah yang menyandang status NEGERI tidak tercapai, akhirnya saya masuk di SMA Antartika Sidoarjo (Luar Negeri).. dibalik kegagalan saya ternyata ada keberhasilan yang tersimpan.. Alhamdulillah saya diterima di UIN Sunan Ampel Surabaya meskipun dengan perjuangan hingga jungkir balik tapi tidak sia-sia.. dari jalur TANPA TES hingga jalur ketes ketes saya ikuti seeemua, yang pada akhirnya Jalur Mandiri mengantar saya bisa melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Ampel Surabaya.. dan tepatnya di Fakultas Tarbiyah jurusan PGMI inilah saya kembali merangkak untuk meraih cita-cita saya..

Motto saya
"Ilmuku, Masa Depanku"